Mother&Baby Indonesia
Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat? Ini Daftarnya

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat? Ini Daftarnya

Asam urat adalah penyakit yang terjadi ketika kadar asam urat di dalam tubuh meningkat, menumpuk, dan membentuk kristal pada persendian Anda. Penderita asam urat biasanya mengalami gejala nyeri sendi, rasa panas, dan pembengkakan pada persendian.

Beberapa studi menyebutkan bahwa hampir setengah dari kasus asam urat terjadi pada jempol kaki, dan kasus lainnya terjadi pada jari, pergelangan tangan, lutut, dan tumit. Asam urat sendiri adalah produk limbah yang dibuat oleh tubuh saat mencerna makanan tertentu, dalam hal ini makanan tinggi purin dan fruktosa.



Secara alami, tubuh Anda menghasilkan asam urat (uric acid) setelah mengubah zat yang disebut purin yang banyak ditemukan pada makanan. Nah, karena alasan inilah, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi asam urat adalah dengan mengurangi jumlah purin dalam makanan yang Anda konsumsi.

Bagaimana Makanan yang Anda Konsumsi Bisa Pengaruhi Asam Urat?

Jika Anda menderita asam urat, makanan tertentu dapat memicu serangan dengan menaikkan kadar asam urat Anda. Menurut studi pada tahun 2010, jenis makanan yang dapat memicu asam urat adalah makanan tinggi purin, yakni zat yang banyak ditemukan secara alami pada makanan. Saat Anda mencerna makanan tinggi purin, tubuh akan membuat asam urat sebagai produk limbah. Bagi orang yang sehat, hal ini tentu tidak menjadi masalah karena mereka secara efisien mampu menghilangkan kelebihan asam urat dari tubuh.

Namun, bagi penderita asam urat yang tidak dapat menghilangkan kelebihan asam urat secara efisien, mengonsumsi makanan tinggi purin dapat menyebabkan penumpukan kadar asam urat dan memicu serangan asam urat. Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa sayuran tinggi purin tidak memicu serangan asam urat.

Tak hanya makanan tinggi purin,sebuah studi pada 2008 melaporkan bahwa makanan dan minuman tinggi fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dengan mempercepat beberapa proses seluler, sehingga dapat menyebabkan serangan asam urat. Studi pada 2016 yang melibatkan lebih dari 125.000 peserta menemukan bahwa orang yang mengonsumsi fruktosa memiliki risiko 62% lebih tinggi terkena asam urat.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa produk susu rendah lemak, produk kedelai, suplemen vitamin C, dan obat-obatan yang tepat dapat membantu mencegah serangan asam urat dengan mengurangi kadar asam urat dalam tubuh. Nah, ingin tahu makanan apa saja yang harus dihindari oleh penderita asam urat? Berikut daftar lengkapnya, Moms.

1. Makanan Yang Mengandung Purin

Dikutip dari Medical News Today, pada tahun 2004, peneliti menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan hewani yang tinggi zat purin dapat memperburuk gejala asam urat, karena tubuh dapat mengubahnya menjadi asam urat. Beberapa makanan yang tergolong tinggi purin antara lain:



• Daging merah dan jeroan. Semua jenis daging merah dan jeroan seperti  hati, usus, paru, otak, jantung, dan ginjal mengandung tinggi purin, karena itu wajib dihindari penderita asam urat.

Makanan laut atau seafood seperti lobster, udang, tuna, trout, makerel, tiram, dan cumi-cumi, wajib dihindari penderita asam urat. Pasalnya, makanan laut ini mengandung tinggi purin. Namun, tak semua jenis makanan laut tinggi purin, beberapa di antaranya masih bisa dikonsumsi oleh penderita asam urat, salah satunya ikan salmon. 

• Makanan olahan seperti makanan cepat saji, makanan kaleng, daging olahan, dan makanan ringan atau snack.

• Makanan karbohidrat olahan seperti roti putih, cakes, dan biskuit juga harus dihindari. Meskipun makanan-makanan ini tidak tinggi purin atau fruktosa, tetapi makanan-makanan ini tergolong rendah nutrisi yang tetap dapat meningkatkan kadar asam urat Anda.

2. Makanan dan Minuman Tinggi Fruktosa

Tak hanya menghindari makanan tinggi purin, penderita asam urat juga harus menghindari makanan tinggi fruktosa. Beberapa makanan tinggi fruktosa antara lain:

• Makanan cepat saji (fast food).

• Minuman manis, minuman tinggi fruktosa memang tidak mengandung purin, tetapi tubuh dapat memecah fruktosa dan menghasilkan purin. Sebuah studi menunjukan bahwa minuman bersoda tinggi fruktosa bisa meningkatkan risiko asam urat. Penderita asam urat yang masih sering mengonsumsi soda atau minuman manis lainnya mesti berhati-hati. Ini karena risiko asam urat bisa naik sekitar 85 persen pada Anda yang mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis lebih dari dua porsi per hari.

Makanan yang Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Terdapat beberapa makanan rendah purin dan fruktosa yang boleh dikonsumsi oleh penderita asam urat, seperti:

• Buah-buahan. Studi pada tahun 2003 menyebutkan bahwa hampir semua buah-buahan umumnya baik untuk dikonsumsi penderita asam urat. Bahkan, buah ceri dapat membantu mencegah serangan asam urat dengan menurunkan kadar asam urat serta mengurangi peradangan. 

• Sayuran. Sama halnya dengan buah-buahan, sayuran termasuk kentang, kacang-kacangan, tahu, terung, dan sayuran berdaun hijau umumnya baik dikonsumsi oleh penderita asam urat.

• Biji-bijian utuh (whole grains), termasuk gandum, beras merah, dan barley.

• Produk susu. Pilihlah produk susu rendah lemak yang lebih aman dikonsumsi oleh penderita asam urat. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Jcomp/Freepik)



Tags: asam urat,   nutrisi,   makanan yang dihindari penderita asam urat