Mother&Baby Indonesia
Jangan Khawatir! Ini Cara Antisipasi Masalah Kulit saat Hamil

Jangan Khawatir! Ini Cara Antisipasi Masalah Kulit saat Hamil

Kehamilan identik dengan perubahan. Bukan hanya soal kebiasaan atau pola hidup saja, kondisi fisik Moms pun ikut berubah, mulai dari adanya penambahan berat badan hingga munculnya masalah pada kulit. Tak jarang, perubahan tersebut membuat sebagian Moms merasa insecure. Apakah Anda termasuk salah satu di antaranya?

Beragam hal bisa menyebabkan munculnya masalah kulit saat hamil. Selain pertambahan berat badan, perubahan kadar hormon serta sirkulasi darah dalam tubuh juga bisa memicu terjadinya masalah kulit pada Moms selama masa kehamilan.

Adapun sejumlah masalah kulit yang sering kali dikeluhkan Moms kala hamil, antara lain:



1. Bercak Hitam atau Warna Kulit Tak Merata

Dalam dunia medis, kondisi yang menyebabkan kulit menghitam saat hamil disebut melasma. Kondisi ini biasanya dipicu oleh perubahan hormon selama masa kehamilan yang merangsang produksi melanin dalam tubuh. Melanin sendiri merupakan pigmen alami tubuh yang memberi warna pada mata, kulit, dan rambut kita.

Melasma sering kali ditandai dengan munculnya bercak berwarna lebih gelap di sekitar hidung, bagian atas bibir, dahi, tulang pipi, leher, rahang, lengan, serta puting payudara dan area lipatan pada tubuh. Nah, biasanya kondisi ini akan semakin parah apabila kulit Moms sering terpapar sinar matahari.

2. Jerawat

Perubahan hormon juga dapat memicu kelenjar minyak dalam tubuh Moms untuk memproduksi lebih banyak sebum. Alhasil, Moms jadi lebih mudah berjerawat, apalagi jika kulit Anda memang cenderung mudah timbul jerawat sejak sebelum hamil.

3. Varises

Moms yang tengah hamil juga kerap mengalami varises atau pembengkakan pembuluh darah vena yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Varises ditandai dengan adanya guratan kebiruan yang biasanya terlihat pada tungkai dan kaki. Selain mengganggu penampilan, varises juga bisa membuat Moms merasa tidak nyaman dan terkadang menimbulkan rasa sakit.

4. Stretch Mark (Peregangan Kulit)

Meregangnya kulit seiring dengan ukuran perut yang bertambah besar merupakan pemicu munculnya stretch mark pada Moms saat hamil. Sesungguhnya, kulit memiliki elastisitas dan dapat beradaptasi terhadap perubahan. Namun pertambahan berat badan dan membesarnya ukuran janin sering kali membuat kulit Moms meregang hingga melewati batas maksimal sehingga muncullah stretch mark di perut Moms. Tak hanya di perut, terkadang stretch mark juga muncul di paha atau bahkan payudara.


Antisipasi Sejak Dini

Masalah-masalah kulit tersebut memang sulit dihindari ya, Moms. Tetapi Moms bisa mengantisipasi dengan melakukan perawatan tubuh sejak dini atau bahkan sebelum hamil, sehingga efek perubahan hormon dan bentuk tubuh pada masa kehamilan bisa diminimalisasi.

Caranya? Hal yang paling utama tentunya dengan menjaga asupan nutrisi Anda. Gizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, dan mineral, sangat diperlukan untuk pertumbuhan sel-sel dalam tubuh, termasuk sel kulit. 



Selain itu, Moms juga perlu menjaga asupan cairan dengan cukup minum air putih. Jangan lupa, berolahraga serta beristirahat yang cukup juga penting, lho! Berolahraga bisa membuat sirkulasi darah Moms jadi lebih lancar, sedangkan beristirahat akan memberi kesempatan bagi sel-sel kulit untuk memperbarui diri.


Nah, untuk perawatan dari luar, Moms bisa melembapkan kulit secara rutin. Tapi jangan asal pilih pelembap ya. Sangat disarankan bagi Moms untuk memilih produk yang aman dan sudah teruji klinis bagi Moms dan janin.

Moms bisa memilih Bio-Oil Minyak Perawatan Kulit yang memiliki kandungan minyak kalendula, minyak rosemary, minyak kamomil, minyak lavender, vitamin E, dan vitamin A dengan formula uniknya PurCellin Oil™. Sudah dipercaya sebagai produk spesialis perawatan kulit selama lebih dari 30 tahun dan mendapatkan ratusan penghargaan nasional dan internasional, Bio-Oil tentunya aman digunakan ibu hamil dan menyusui, bahkan sebelum hamil, lho.

"Berbeda dengan bekas luka, stretch mark merupakan sesuatu yang bisa diantisipasi. Jadi Anda bisa mulai mengaplikasikan Bio-Oil untuk melembapkan kulit. Membuatnya lebih kenyal dan lebih elastis sebelum terjadi pengembangan kulit secara tiba-tiba," jelas Justin Letschert, Owner & Head of Research Department Union Swiss, perusahaan yang memproduksi Bio-Oil. 

Oya, untuk Moms yang senang menggunakan skincare natural, Bio-Oil Minyak Perawatan Kulit juga sudah punya varian lain yang terbuat dari bahan alami dan akan segera hadir di Indonesia.  "Saat ini, ibu hamil sudah lebih peduli dengan pilihan natural product. Itulah sebabnya kami mendesain produk perawatan kulit natural sehingga salah satu target pengguna produk tersebut adalah ibu hamil," jelas David Letschert, yang juga merupakan Owner & Head of Research Department Union Swiss.

Jadi jangan ditunda-tunda ya, Moms. Rawat kulit Moms sejak awal masa kehamilan dan gunakan Bio-Oil Minyak Perawatan Kulit secara rutin guna membantu mengatasi stretch mark, bekas luka, kulit kering, warna kulit tak merata, hingga mencegah penuaan dini pada kulit.

Jika Moms ingin tahu lebih banyak tentang Bio-Oil Minyak Perawatan Kulit, cek akun Instagram @biooilidn atau simak wawancara eksklusif Mother&Baby Indonesia dengan Justin Letschert dan David Letschert, Owner & Head of Research Department Union Swiss, perusahaan yang memproduksi Bio-Oil, di sini.  (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik, Bio-Oil)



Tags: masalah kulit,   kehamilan,   ibu hamil,   bio-oil