Mother&Baby Indonesia
Anak Sering Duduk dengan Posisi W, Berbahayakah?

Anak Sering Duduk dengan Posisi W, Berbahayakah?

Apakah Moms sering memperhatikan posisi duduk Si Kecil? Salah satu posisi duduk yang sering dilakukan anak adalah posisi W. Coba perhatikan, mungkin anak duduk posisi W saat ia mendengarkan Anda membacakan buku cerita, saat anak bermain, atau di semua kesempatan duduk di lantai. Walau sepertinya sulit dilakukan orang dewasa, tetapi banyak anak yang terlihat nyaman saja duduk dengan posisi W lho, Moms.

Apakah berbahaya duduk dengan posisi W? Apakah ada dampak negatifnya untuk pertumbuhan anak? Nah, untuk menjawabnya, kami telah merangkum informasi dari dr. Lucyana Alim Santoso, SpA, dokter spesialis anak dari RSUD Tanah Abang, RSUD Kemayoran, dan Bintaro Women & Children Clinic – Bekasi. Simak penjelasan dr. Lucy yuk, Moms.

Lumrah Duduk Posisi W?




“Sebenarnya duduk posisi W itu lumrah terjadi karena anak duduk di posisi ini on/off pada saat anak mulai merangkak. Posisi ini sering dijumpai terutama pada anak kurang dari 3 tahun karena sendi anak sangat fleksibel,” tulis dr. Lucy di akun Instagram @lucyanaalim.

Mengutip Parents.com, posisi W memang lebih umum dilakukan oleh balita, tetapi bisa berlanjut hingga usia 8 atau 9 tahun. Ini lebih sering dilakukan pada anak yang terlahir dengan kondisi femoral anteversion, di mana femurs atau tulang paha anak masuk ke dalam.

Jika ditanya apakah boleh duduk dengan posisi W, “Boleh, tetapi posisi duduk W jangan menjadi a go to sitting position, yang artinya anak selalu duduk dengan posisi tersebut. Jadi kalau ada batita Moms duduk dalam posisi W ini, bisa diingatkan untuk memperbaiki posisi duduknya ke posisi duduk yang dianjurkan,” jelas dr. Lucy dalam pesan singkat dengan M&B.

Bahaya Duduk Posisi W


Jika anak sering dan berlama-lama duduk dalam posisi W, ada beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi. Menurut dr. Lucy, ini beberapa bahaya duduk posisi W:

• Lemahnya otot batang tubuh

• Hambatan perkembangan motorik kasar (karena tidak terlatih memutar batang tubuh)

• Hambatan fungsi keseimbangan tubuh

• Hambatan munculnya dominasi tangan

• Otot sekitar panggul dan paha belakang cenderung lebih kencang



• Gangguan postur

Pigeon toes

Tahapan Duduk pada Anak


Menurut dr. Lucy, ada hal-hal yang seharusnya dipelajari anak saat duduk dengan posisi yang dianjurkan, namun tidak terjadi pada saat duduk posisi W. Untuk itu, yuk ketahui tahapan duduk pada anak sesuai dengan usianya.

• Duduk disokong. Ini adalah duduk sambil dipangku atau disokong oleh orang dewasa. Posisi duduk ini untuk bayi baru lahir hingga usia 2 bulan, sedangkan di usia 3-4 bulan bayi mulai bisa menegakkan kepalanya.

• Duduk bertopang. Dikenal juga dengan nama tripod position, di mana anak duduk sambil memajukan tubuh ke depan dan menggunakan kedua tangannya untuk menopang tubuh. Posisi duduk ini mulai dilakukan ketika anak berusia sekitar 5 bulan.

• Duduk bersila. Posisi ini umumnya mulai bisa dilakukan oleh anak usia 6 bulan.

• Duduk setengah bersila atau selonjor.

• Duduk menyamping.

• Duduk di kursi.

Ketika anak sudah bisa duduk, posisi duduk yang dianjurkan adalah duduk menyamping, duduk selonjor, duduk bersila, dan duduk di kursi pendek. Jika sesekali anak duduk dalam posisi W, sebaiknya diingatkan atau diperbaiki posisi duduknya agar sesuai anjuran dokter ya, Moms. Jika anak sudah terlanjur selalu duduk dalam posisi W, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar diberikan saran yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi anak Anda. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: posisi duduk,   balita,   ortopedi,   anak