Mother&Baby Indonesia
Nyeri Setelah Melahirkan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Nyeri Setelah Melahirkan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Persalinan menjadi momen yang paling dinantikan oleh seorang ibu hamil, namun seringkali juga menjadi salah satu bagian yang paling menakutkan. Ya, rasa nyeri dan sakit yang ditimbulkan saat proses persalinan itulah yang paling membuat cemas.

Apalagi jika persalinan berlangsung dengan lama dan sulit, sehingga membuat Anda bertambah stres dan cemas. Stres dan cemas yang tidak teratasi akan meningkatkan intensitas rasa nyeri. Anda bahkan mungkin juga akan tetap merasakan nyeri setelah melahirkan Si Kecil.

Nyeri Setelah Persalinan Berdampak Depresi

Nah, menurut sebuah penelitian, rasa nyeri yang Anda derita setelah melahirkan ternyata bisa meningkatkan risiko depresi pascapersalinan. Melansir Healthline, rasa sakit pada dasarnya dapat menimbulkan depresi pada diri manusia, terutama rasa sakit saat dan setelah melahirkan. Makin parah nyeri yang dialami, makin tinggi pula seorang ibu berisiko mengalami depresi pascapersalinan (postnatal depression).



Penelitian di Brigham and Women’s Hospital, Boston, melakukan studi rasa nyeri pada wanita yang melahirkan dan membandingkannya dengan depresi yang mereka alami. Hasilnya, para wanita melahirkan yang merasakan nyeri lebih tinggi memang lebih berisiko mengalami depresi pascapersalinan. Sementara, wanita yang melahirkan lewat operasi caesar lebih rentan terkena depresi karena ketidakmampuannya mengontrol rasa nyeri usai operasi.

Cara Meringankan Nyeri saat Persalinan

Saat bersalin, Anda mungkin akan merasakan nyeri. Moms bisa meminta obat-obatan ataupun suntikan epidural guna mengurangi intensitas rasa nyeri selama persalinan. Namun, jika Anda tidak mau memakai obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Berikut tipsnya.

1. Minta pasangan untuk memijat punggung dan bahu Anda ketika bersalin. Pijat dengan lembut dan perlahan-lahan, agar otot-otot Anda rileks. Jangan lupa untuk mengubah posisi sesering mungkin guna mengurangi rasa sakit.



2. Letakkan kantung es di punggung Anda untuk memberikan rasa nyaman. Anda juga bisa menggunakan bola tenis untuk memijat bagian punggung dan panggul. Gulirkan bola untuk melemaskan otot dan menyamankan tubuh Anda.

3. Saat kontraksi sudah cukup sering dan kuat, cari waktu di antara kontraksi untuk beristirahat dan menarik napas panjang. Buat diri Anda serileks mungkin, agar tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Bayangkan hal yang indah seperti pemandangan alam yang menenangkan atau wajah lucu Si Kecil yang akan hadir sebentar lagi.

4. Saat bersalin, tarik napas panjang dan embuskan melalui mulut. Dengan mengatur napas yang baik, Anda dapat mengontrol tubuh agar tenang dan tidak tegang.

5. Jika Anda merasa terlalu panas dan berkeringat, seka diri Anda dengan handuk basah yang sejuk. Kemudian, ucapkan kalimat positif dalam hati Anda, seperti "Saya pasti bisa", "Saya akan lihat wajah lucu Si Kecil sebentar lagi", atau "Ini akan segera selesai". Hal ini akan membantu mengurangi rasa sakit yang Anda rasakan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan,   depresi setelah melahirkan










Cover Mei-Juni-Juli 2020