Mother&Baby Indonesia
Ajarkan Anak Cara Lindungi Diri dari Kekerasan Seksual

Ajarkan Anak Cara Lindungi Diri dari Kekerasan Seksual

Moms, kejahatan seksual pada anak dapat terjadi dan bahkan meningkat setiap tahunnya. Dari sekian banyak yang menjadi korban, hanya sedikit dari mereka yang mau bercerita mengenai pengalaman buruk ini, hingga ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib.

Untuk mencegah anak Anda mengalami kekerasan seksual, akan lebih baik jika Si Kecil diajarkan untuk bisa melindungi dirinya sendiri. Sebagai langkah awal, Moms dan Dads dapat memberikan pemahaman, khususnya kepada Si Kecil yang mulai menginjak usia 5-7 tahun, dengan panduan dari Semai.org berikut ini:

Kenalkan Perbedaan Orang Sekitar

Anak-anak cenderung mudah percaya pada perkataan orang, siapa pun itu ketika sedang tidak bersama orang tuanya. Maka, Anda perlu menjelaskan perbedaan antara teman atau kerabat dengan orang lain yang tidak ia kenal. Lalu, sampaikan bahwa tidak semua orang bisa menyentuh mereka sembarangan.



Misalnya, hanya dirinya sendiri dan orang tua yang boleh memakaikan baju hingga menyentuh anggota tubuh di baliknya. Untuk teman atau kerabat yang muhrim (satu jenis kelamin), boleh menyentuh tangan, kepala, dan kaki. Sedangkan untuk orang asing, sebisa mungkin tidak menyentuh sama sekali.

Mengetahui Emosi yang Dirasakan

Si Kecil memang masih belajar tentang dirinya sendiri, termasuk dengan emosi yang ia rasakan. Maka, ajarkan ia untuk mengenal dan mempercayai perasaan yang bermacam-macam tersebut. Baik itu marah, senang, bingung, sedih, takut, dan beragam perasaan lain perlu ia pahami agar bisa diungkapkan serta membantunya untuk mendapat pertolongan dari orang lain.

Belajar Menolak

Anak tetap harus diajarkan untuk berani berkata "Tidak", "Tidak Mau", "Jangan", dan kata penolakan lainnya. Hal ini menjadi cara Si Kecil untuk melindungi diri saat dipaksa ikut oleh orang tak dikenal dan memudahkan Anda untuk menemukannya.

Bersikap Tegas

Saat menolak, anak juga perlu bersikap tegas pada orang yang memaksanya. Ia pun boleh judes atau cuek terhadap orang yang tidak ia kenal, bahkan berbohong juga diperlukan saat dirinya merasa terancam.

Mau Curhat dengan Orang Tua

Moms dan Dads perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak sejak dini. Dengan begitu, Si Kecil juga akan lebih mudah percaya pada orang tua dan mau menceritakan hal-hal yang ia alami, termasuk rahasia yang ia coba sembunyikan dari orang lain.



Berpakaian yang Pantas

Baik di dalam maupun di luar rumah, Anda bisa memberi contoh untuk mengenakan pakaian yang sopan. Hindari pakaian yang minim sebagai cara agar anak bisa menahan pandangan sekaligus menjaga kemaluannya sejak dini.

Tidur Sendiri

Meski masih kecil, anak-anak sudah perlu diajarkan untuk bisa tidur di kamarnya sendiri. Jadi, ia perlu memisahkan diri saat tidur dari orang tua ataupun saudara lawan jenis. Namun, jika masih tidur dalam satu kamar yang sama, beri pembatas dengan kain, seperti sprei atau gorden.

Belajar Tertib Mandi

Semakin anak bertumbuh besar, ajarkan ia untuk bisa mandi, BAK, dan BAB seorang diri. Setelah mandi, usahakan agar anak tidak keluar dengan hanya memakai handuk. Ketika berganti pakaian pun, ajak ia untuk ke ruangan yang tertutup agar tidak terlihat oleh orang lain.

Tahu Cara Minta Tolong

Si Kecil juga perlu diajarkan untuk mencari pertolongan ketika dirinya merasa terancam. Sebisa mungkin ia berada di tempat yang ramai, lalu tarik perhatian orang di sekitar dengan berteriak atau berlari ke arah kerumunan orang.

Dengan cara-cara sederhana ini, semoga Moms dan Dads bisa memberikan pemahaman yang tepat agar Si Kecil mampu melindungi dirinya dari pelaku kekerasan seksual. Semoga ia juga selalu aman dengan memiliki teman serta saudara yang juga membantu melindunginya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   perlindungan diri,   kekerasan seksual