Mother&Baby Indonesia
Kenali Tanda-tanda Speech Delay pada Anak Sejak Dini!

Kenali Tanda-tanda Speech Delay pada Anak Sejak Dini!

Usia 1-3 tahun merupakan usia emas tumbuh kembang anak. Tidak hanya perkembangan fisik, komunikasi juga menjadi proses perkembangan yang penting pada anak di usia ini. Dikutip dari Healthline, anak usia 2 tahun biasanya dapat mengucapkan sekitar 50 kata serta berbicara dalam kalimat dengan 2 dan 3 kata. Sementara pada usia 3 tahun, kosakata Si Kecil meningkat menjadi sekitar 1.000 kata, dan dapat berbicara dalam kalimat berisi 3 dan 4 kata.

Namun, tidak semua anak mengalami perkembangan komunikasi yang baik. Kondisi semacam ini disebut speech delay atau keterlambatan bicara. Speech delay ini bisa disebabkan oleh gangguan pendengaran atau gangguan neurologis, gangguan perkembangan otak, minimnya komunikasi, atau problem bilingual. Yuk, kenali sejak dini tanda-tanda keterlambatan bicara pada balita, Moms!

Tahapan Perkembangan Bicara pada Anak

Untuk mengetahui tanda-tanda adanya speech delay pada anak, ada baiknya Moms mengetahui terlebih dahulu mengenai tahapan perkembangan bicara pada anak, sebagai berikut: 



Sebelum Usia 12 Bulan 

Pada usia ini, ocehan dan menggumam adalah tanda perkembangan awal bicara pada anak. Biasanya, saat usia Si Kecil memasuki 9 bulan, ia akan mulai babbling atau berceloteh, serta mulai mampu untuk mengucapkan kata-kata sederhana secara berulang-ulang seperti "ma-ma-ma", "ya-ya-ya", "bu-bu-bu", dan "ba-ba-ba". Selain itu, sebelum usia 12 bulan, Si Kecil juga mulai bisa mengenali benda-benda yang ada disekitarnya dan tertarik pada suara.

Usia 12-15 Bulan

Memasuki usia 12-15 bulan, Si Kecil seharusnya memiliki kosakata yang lebih luas, serta mulai meniru suara yang dibuat oleh orang lain. Selain itu, anak juga mulai mengerti dan memahami kalimat perintah sederhana yang Moms ucapkan.

Usia 18-24 Bulan

Pada usia menjelang 2 tahun hingga memasuki usia 2 tahun, Si Kecil mulai bisa menggabungkan 2 atau 3 kata untuk membentuk kalimat sederhana, dan mulai mengenali objek umum atau gambar yang ia lihat sehari-hari, seperti mengenali anggota tubuh ketika ditanya, serta semakin mengerti kalimat perintah yang Moms berikan.

Usia 2-3 Tahun

Pada usia ini seharusnya kosakata anak meningkat menjadi lebih banyak sekitar 1.000 kata, dan dapat berbicara dalam kalimat dengan 3 dan 4 kata. Pemahaman anak pada usia 2-3 tahun juga biasanya meningkat, seperti mulai memahami konsep deskriptif seperti besar dan kecil, serta dapat mengenali warna.

Saat Moms menyadari jika Si Kecil tidak mengikuti tahapan perkembangan bicara dan melihat adanya gejala keterlambatan bicara seperti tidak bisa mengucapkan kata sederhana seperti "ma-ma-ma" atau "da-da-da" baik dengan jelas atau tidak jelas pada usia 12 sampai 15 bulan, tidak memahami kata sederhana seperti “Tidak” atau “Tolong” pada usia 18 bulan, dan bicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun, maka sebaiknya Moms perlu konsultasikan pada dokter anak dan psikolog.

Tanda-tanda Speech Delay pada Anak

Mengutip Klik Dokter, untuk dapat mengenali tanda keterlambatan bicara pada anak, Moms dan Dads perlu tahu tentang perkembangan normal anak, sehingga ketika anak belum mencapai kemampuan tertentu sesuai usianya, seperti dalam berbicara, Anda perlu waspada.



Tanda-tanda speech delay pada anak antara lain:

• Belum bisa berceloteh pada usia 15 bulan.

• Belum bisa bicara pada usia 2 tahun.

• Tidak dapat berbicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun.

• Kesulitan dalam memahami arahan orang lain.

• Pengucapan dan artikulasi yang buruk ketika bicara.

• Kesulitan dalam membentuk kalimat.

• Hanya dapat mengucapkan banyak kata tanpa membentuk kalimat dengan arti yang dapat dimengerti.

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda di atas, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis anak. Ini penting supaya anak bisa memperoleh terapi yang tepat.

Selain itu, Moms dan Dads juga perlu menstimulasi anak dengan sering mengajaknya berkomunikasi meskipun ia belum mampu berbicara dengan baik, mengajarkan kata pada anak dengan pengucapan yang jelas, dan biarkan ia bersosialisasi dengan teman-teman seusianya untuk memotivasi anak belajar bicara karena bermain dengan anak-anak lainnya.

Selalu perhatikan proses tumbuh kembang anak ya, Moms! (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Wayhomestudio/Freepik)



Tags: anak,   balita,   speech delay